contohnya menghadapi lelaki yang kita harapkan akan menjadi lelaki terakhir dalam hidup.
Kita menjalani suatau hubungan harus didasarkan dengan sifat yang sabar meskipun lelaki yang kini bersama kita memiliki sifat yang sangat jauh berbeda dari sifat kita.
Tapi kalau memang kita sudah ditakdirkan hidup bersama dengan lelaki seperti itu, kita harus bisa menjalaninya.
Saya rasa ini tentang pengalaman.
Ada seorang wanita yang mempunyai kekasih atau pasangan yang memiliki sifat agresif, mau menang sendiri, egois, keras kepala, tidak mau mengalah, tidak pengertian, tapi dilain sisi juga ada sifat baiknya yaitu sifat yang penyayang dan bila ia sudah jatuh cinta kepada satu wanita, ia akan coba ubtuk tetap mempertahankan wanita itu meski dia harus rela mengorbankan nyawanya sendiri.
Bahkan di masa lalunya ia pernah berbuat hal yang tidak seharusnya ia lakukan dikarenakan cintanya disia-siakan oleh si wanitanya. Tapi akhirnya ada seorang wanita yang ingin memperbaiki sifat buruk lelaki tersebut.
tulisan bagus [meskipun nggak paham] .good job !
BalasHapus